Telaah Awal Kalender Hijriah Global Tunggal Jamaluddin ‘Abd al-razik Sebuah Upaya menuju Unifikasi Kalender

Main Article Content

Anisah Budiwati

Abstract

This paper discusses the urgency of incorporating the Global Islamic calendar by adopting the concept of Jamaluddin 'Abd al-Razik's hijriah calendar as an early review towards the unification of the calendar. The concept of this global hijriah calendar has the advantage of being able to unify one day in one date compared to other unification calendars that fragment certain zones on Earth. Although there is still difficulties in understanding the concept of universal day as a criterion, this calendar criterion still has an opportunity to be applied in Indonesia considering the results of the calculation research is possible smaller error than applying the zonal calendar.


Tulisan ini membahas urgensi penyatuan kalender Islam Global dengan mengangkat konsep kalender hijriah Jamaluddin ‘Abd al-razik sebagai sebuah telaah awal menuju penyatuan kalender. Konsep kalender hijriah global ini memiliki kelebihan pada sisi dapat mempersatukan satu hari dalam satu tanggal dibandingkan dengan kalender unifikasi lainnya yang membagi-bagi zona tertentu di muka Bumi. Meski masih terdapat kesulitan dalam memahami konsep hari universal yang dimiliki sebagai sebuah kriteria, namun kriteria kalender ini masih memiliki peluang untuk dapat diterapkan di Indonesia mengingat hasil penelitian perhitungan dimungkinkan kesalahan yang lebih kecil dibanding menerapkan kalender zonal.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Budiwati, Anisah. “Telaah Awal Kalender Hijriah Global Tunggal Jamaluddin ‘Abd Al-Razik: Sebuah Upaya Menuju Unifikasi Kalender”. Jurnal Bimas Islam 10, no. 3 (September 30, 2017): 407–430. Accessed September 26, 2022. https://jurnalbimasislam.kemenag.go.id/jbi/article/view/29.
Section
Articles

References

Anwar, Syamsul, Hari Raya dan Problematika Hisab Rukyat, Yogyakarta: Suara Muhammadiyyah, Cet. I, 2008.
Anwar, Syamsul, Diskusi dan Korespondensi Kalender Hijriah Global. Yogyakarta: Suara Muhammadiyyah, 2014.
Butal-Butar, dan Arwin Juli Rakhmadi. Esai-Esai Astronomi Islam. Medan: UMSU Press, 2015.
Butal-Butar dan Arwin Juli Rakhmadi. Kalender Islam : Lokal ke Global, Problem dan Prospek. Medan: OIF UMSU, 2016.
Butal-Butar, Arwin Juli, Kalender: Sejarah dan Arti Pentingnya dalam Kehidupan, Semarang: CV. Bisnis Mulia Konsultana, 2014.
Hambali, Slamet. “Almanak Sepanjang Masa: Sejarah Sistem Penanggalan Masehi, Hijriah dan Jawa,” Semarang : Program Pascassarjana IAIN Wallisongo, 2011.
Iman, Ma’rifat, Kalender Pemersatu Dunia Islam, Jakarta: Gaung Persada, 2010.
Izzuddin, Ahmad, Sistem Penanggalan, Semarang: CV. Karya Abadi Jaya, 2015.
Muhammad Nashirudin, Kalender Hijriah Universal (Kajian atas Sistem dan Prospeknya di Indonesia),”Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, Vol. 12, No. 2, Desember, 2012.
Nashirudin, Muhammad, Kalender Hijriah Universal (Kajian atas Sistem dan Prospeknya di Indonesia), Semarang: Rafi Sarana Perkasa, 2013.
Jamaluddin, ‘Abd al-Raziq, At-Taqwim al-Qamari al-Islami al-Muwahhad, Marsam: Maroko, diterjemahkan oleh Syamsul Anwar dengan judul ,Kalender Kamariah Islam Unifikatif Satu Hari Satu Tanggal di Seluruh Dunia, Yogyakarta: Itqan Publishing, 2004.
Rahmadi Wibowo Suwarno, “Kalender Islam Global: Studi atas Pemikiran Muhammad Syaukat ‘Audah dan Jamaluddin al-razik Pengaruhnya terhadap Hari Arafah,” Thesis, Yogakarta: UGM, 2013.
Saksono, Tono, Mengkompromikan Rukyat dan Hisab, Jakarta: Amythas Publicita, 2007.
Syamsul Anwar, “Respon Organisasi terhadap kalender Islam Global Pasca Muktamar Turki 2016: Tinjauan Makasid Syariah”artikel Prosiding Seminar Nasional Kalender Islam Global, Pasca Muktamar Turki 2016.
Thomas Djamaluddin, “Peran Penting Almanak Astronomi di masyarakat,”artikel Prosiding Seminar Sehari Astronomi, 1995.