Peran Bimbingan Keagamaan dalam Penanggulangan Kenakalan Remaja

Main Article Content

Tri Andria

Abstract

Abstraksi


Kenakalan remaja merupakan problematika nasional yang juga harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Tidak hanya mengakibatkan kerugian materil, kenakalan remaja tak jarang memunculkan kerusakan moralitas generasi bangsa. Bimbingan keagamaan adalah salah satu peran yang diambil untuk menanggulanginya. Melalui Bahasa agama, kenakalan remaja sesungguhnya dapat dicegah. Melalui bimbingan keagamaan, potensi kenakalan remaja dapat dicegah secara dini, dan pada saat bersamaan dibangun pemahaman yang utuh tentang akhlak. Pola bimbingan keagamaan di SMK Al-Farisi menegaskan bahwa peran agama sangat penting dalam mencegah maupun menanggulangi kenakalan dimaksud.


 


Abstract


Juvenile delinquency is national problematics should receive serious attention from all elements of the nation. The impact is not only in material lose, juvenile delinquency is often issued morality damage of the nation's generation. Religious support is one of the roles taken to mitigate them. Through the religious language, juvenile delinquency could have been avoided. Through religious guidance, potential juvenile delinquency can be prevented, and at the same time building the understanding of morality. The pattern of religious guidance at SMK Al-Farisi asserted that religion has very important role in preventing and tackling delinquency itself.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Andria, Tri. “Peran Bimbingan Keagamaan Dalam Penanggulangan Kenakalan Remaja”. Jurnal Bimas Islam 9, no. 1 (March 31, 2016): 151–206. Accessed August 17, 2022. https://jurnalbimasislam.kemenag.go.id/jbi/article/view/138.
Section
Articles

References

Arifin, Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama, Jakarta: PT. Golden Terayon Press, t.th.
Bagian Proyek Kesehatan Reproduksi Remaja Kantor Wilayah Departemen agama Propinsi Jawa Tengah, Tim Penulis, Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja: Buku Pegangan Siswa dan Santri, Semarang: Departemen Agama, 2004.
D. Gunarsa, Singgih, Psikologi Remaja, Jakarta: Gunung Mulia, 1989.
Daradjat, Zakiah, Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, Jakarta: PT. Gunung Agung, 1985.
---------------------, Ilmu Jiwa Agama,Jakarta: PT. Bulan Bintang 2010.
Depag, Pendidikan Agama Islam Untuk SMU/SMK Kelas 2, Bandung: CV. Lubuk Agung, 1996.
H. Tambunan, Emil, Mencegah Kenakalan Remaja, Bandung: Indonesia Publishin House, 1987.
Hurlock, Elizabet, Psikologi Perkembangan,Jakarta: Penerbit Erlangga, Edisi ke-5.
Jalaluddin, Psikologi Agama, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada,2012.
Kartono, Kartini, Patologi Sosial 2: Kenakalan remaja, Jakarta: Rajawali press, 1992, Cet.II.
-----------------, Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja, Jakarta PT. Rajagrafindo Persada, 2014.
Ketut Sukardi, Dewa, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan konseling, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000.
M. Nur Hamid, Pendidikan Agama Islam, Semarang: CV. Ananta, t.th., Jilid 1.
Mappiare A.T, Andi, Kamus Istilah Konseling dan Terapi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.
Muhaimin dkk. , Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya,2001.
Prayitno, Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Jakarta: PT.Rineka Cipta, 2001.
Rahman, Fazlur Etika Pengobatan Islam, Bandung: Mizan, 1999
Robertson,Roland, Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis, Jakarta: PT. Grafindo Persada,1993, Edisi Terj.
S. Willis, Sofyan, Konseling Individual Teori dan Praktek, Bandung: Alvabeta, 2013.
--------------------, Remaja & Permasalahnnya, Bandung: Alfabeta 2010.
Saifuddin Anshari, Endang, Wawasan Islam: Pokok-pokok Pikiran Tentang Paradigma dan Sistem Islam, Jakarta: Gema Insani, 2004.
Santrock, Lefe-Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Jakarta: Erlangga, Edisi 5, Jilid 1, 2002.
Sartono, Suwarniyati, Pengukuran Sikap Masyarakat terhadap Kenakalan Remaja di DKI Jakarta, laporan penelitian UI Jakarta, 1985.
Singgih D Gunarsa dan Yulia Singgih D Gunarsa, Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga, Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia, 1995.
Sri Rumini & Siti Sundari, Perkembangan Anak & Remaja, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Sudarsono, Kenakalan Remaja, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004.
----------------, kenakalan Remaja, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Sujanto, Agus, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Aksara Baru, 1982.
Tadkiroatun Musfiroh, “Tinjauan Berbagai Aspek Character Building” dalamJurnal Nasional, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2008.
Walgito, Bimo, Kenakalan Anak (Juvenile Delinquency), Yogyakarta: Yayasan Penelitian Fakulta Psikologi UGM, 1975.
Wirawan Sarwono, Sarlito, Psikologi Remaja, Jakarta: PT. Raja Grafindo persada, 1994
Yasin, Sulchan, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, t. ,CV. Putra Karya t.th.
http://wardalisa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/file/26402/MateriTeoriAbrahamMaslow.pdf.
https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_hierarki_kebutuhan_Maslow
Media Indonesia, dalam https://jurnalkeperawatan-volume01-nomor01-januari-desember 2011, h. 16. diakses 30 Juni
https://jurnalkeperawatan-volume01-nomor01-januari-desember2011