Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan

  • Edy Sutrisno Kementerian Agama Kabupaten Malang
Keywords: The Religion Moderation, Education Institution

Abstract

Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari suku, ras dan agama, yang berbeda-beda sehingga diperlukan toleransi dalam memahami semua perbedaan yang ada, begitu juga pada lembaga pendidikan kultur warganya juga beraneka ragam. Oleh sebab itu moderasi beragama sangat tepat sekali diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama pada masyarakat yang multikultural. Moderasi beragama sebagai jalan tengah dalam mengadapi perbedaan baik kelompok ekstrem maupun fundamental. Untuk menerapkan moderasi beragama dimasyarakat multikultural yang perlu dilakukan adalah; menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis laboratorium moderasi beragama dan melakukan pendekatan sosio-religius dalam beragama dan bernegara

Kata Kunci: Moderasi Agama, Institusi, Pendidikan

 

Indonesia is a pluralistic country consisting of different ethnicities, races and religions, so tolerance is needed in understanding all the differences that exist, as well as the cultural education institutions of its citizens are also diverse. Therefore religious moderation is very appropriate to be applied in national and state life, especially in multicultural societies, it is also expected that religious moderation is a middle way in dealing with differences in both extremes and fundamental groups. To implement religious moderation in multicultural societies, what needs to be done is; make educational institutions as a basis for religious moderation laboratories and take socio-religious approaches in religion and state.

Keywords: The Religion Moderation, Education Institution

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-27
How to Cite
Sutrisno, Edy. “Aktualisasi Moderasi Beragama Di Lembaga Pendidikan”. Jurnal Bimas Islam 12, no. 2 (December 27, 2019): 323-348. Accessed January 24, 2020. http://jurnalbimasislam.kemenag.go.id/index.php/jbi/article/view/113.