Kalender Mandiri Sebagai Dasar Kesatuan Kalender Hijriah International

  • Hendro Setyanto Observatorium dan Planetarium Imah Noong, Lembang Jawa Barat
Keywords: Hijri., Masehi., Calendar., Independent Calendar

Abstract

Calendar is a counting time system based on nature phenomenon. The Hijriyyah calendar is the Muslims calendar based on the Moon’s synodic cycle surrounds the Earth basically it is civil calendar which was formulated by the Caliph Umar bin Khatab. However, the Hijriyyah calendar formulation still follows the provisions outlined by the Prophet Muhammad SAW and the habit dating commonly known by the people society at that time. As time goes by, the Hijriyyah calendar counting is very dependent on the calendar date. It can be seen from the astronomical data that always accompanies with Hijriyyah calendar counting based on Masehi calendar. This paper tries to explain the thoughts and Hijriyyah calendar independence concepts which is based on one of the Hijriyyah calendar counting concepts as 29th criteria.

Kalender merupakan sebuah sistem perhitungan waktu yang disandarkan pada fenomena alam. Kalender Hijriyyah yang merupakan penanggalan umat Islam disandarkan pada siklus sinodis Bulan dalam mengelilingi Bumi pada dasarnya merupakan Penanggalan sipil yang dirumuskan oleh Khalifah Umar bin Khatab. Meski demikian, rumusan Kalender Hijriyyah tetap mengikuti ketentuan yang telah digariskan oleh Nabi Muhammad SAW serta kebiasaan penanggalan yang umum dikenal oleh masyarakat ketika itu. Seiring berjalannya waktu, perhitungan penanggalan Hijriyyah saat ini sangat bergantung terhadap kalender masehi. Hal ini bisa dilihat dari data astronomis yang senantiasa mengiringi perhitungan kalender Hijriyyah yang disandarkan pada penanggalan Masehi. Tulisan ini mencoba memaparkan pemikiran dan konsep akan kemandirian kalender Hijriyyah yang disandarkan pada salah satu konsep perhitungan kalender Hijriyyah sebagai kriteria 29.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alhamuddin, “Desain Pembelajaran untuk Meningkatkan Kecerdasan Majemuk Siswa Sekolah Dasar”, Jurnal AL-MURABBI, Vol. 2, No. 2, 2016.
Al-Bukhari, Muhammad Ibn Ismail , Al-Jami′ al-Shahih /Shahih al-Bukhari, Beirut: Dâr Thauq al-Najah, Juz. VII, 1422 H.
__________, ShahihBukhari, Riyadh: Bait al-Afkār al-Dauliyyah Lilnasyri wa al-Tauzī‘, 1998.
Hamdani, F.F.R.S., Alhamuddin, dan P.B. Muhammad,“al-Hilal fi al-Qur’an: Tasmiyatu al-Hilal wa Tathowwuruha ‘inda ‘Ulama al-Tafsir al-Mutaqoddimin wa al-Mu’ashirin ‘ala Wajhi al-Maudhu’i”.Jurnal Tsaqafah,Vol. 12, No. 2, 2016.
Maraghi, Ahmad Mustafa,Tafsir al-Maraghi, Beirut: Dar al-Ihya’ al-Turats al-‘Arabiy, Juz. 2, 1946.
Mothe, R.C.M., “Orbital Spin: A New Hypothesis to Explain Precession of Equinox—The Third Motion of Earth” InternationalJournal of Astronomy and Astrophysics, 2014.
Moulton, F.R., An Introduction to Astronomy, New York: The Macmillan Company, 1916.
Setyanto, H., dan F.F.R.S. Hamdani, “Kriteria 29: Cara Pandang Baru dalam Penyusunan Kalender Hijriyah”. Jurnal al-Ahkam, Vol. 25, No. 2, 2015.
Zuhaili, Wahbah, al-Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa al-Syari’ah wa al-Manhaj, Beirut: Darul Fikri, 2014.
Published
2017-09-30
How to Cite
Setyanto, Hendro. “Kalender Mandiri Sebagai Dasar Kesatuan Kalender Hijriah International”. Jurnal Bimas Islam 10, no. 3 (September 30, 2017): 431-450. Accessed October 29, 2020. http://jurnalbimasislam.kemenag.go.id/index.php/jbi/article/view/30.